Laman

Diksi dan Kalimat Efektif

Diksi dan Kalimat Efektif

a.    Pengertian Diksi

-    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002 : 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan.

-    Gorys Keraf (2002: 14) berpendapat bahwa :
  • Diksi mencakup pengertian kata-kata yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, cara menggabungkan kata-kata yang tepat, dan gaya yang paling baik digunakan dalam situasi tertentu.
  • Diksi adalah kemampuan secara tepat membedakan nuansa-nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar atau pembaca.
  • Diksi yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan kosakata yang banyak.

-    Menurut Wikipedia :
         Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.

          Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.

b. Ketepatan dan Kesesuaian Penggunaan Diksi

Pemakaian kata mencakup dua masalah pokok, yaitu :
1.    Masalah ketepatan memiliki kata untuk mengungkapkan sebuah gagasan atau ide.
2.    Masalah kesesuaian atau kecocokan dalam mempergunakan kata tersebut.

       Menurut keraf (2002 : 87) “Ketepatan pilihan kata mempersoalkan kesanggupan sebuah kata untuk menimbulkan gagasan-gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengar, seperti apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penulis atau pembaca”. Masalah pilihan akan menyangkut makna kata dan kosakatanya akan memberi keleluasaan kepada penulis, memilih kata-kata yang dianggap paling tepat mewakili pikirannya. Ketepan makna kata bergantung pada kemampuan penulis mengetahui hubungan antara bentuk bahasa (kata) dengan referennya.

Agar dapat memilih kata-kata yang tepat, maka ada beberapa syarat yang harus diperhatikan berikut ini :
  • Bedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif, bersinonim dan hampir bersinonim, serta kata-kata yang mirip dalam ejaannya.
  • Hindari kata-kata ciptaan sendiri atau mengutip kata-kata orang terkenal yang belum diterima di masyarakat.
  • Waspada dalam menggunaan kata-kata yang berakhiran asing atau bersufiks bahasa asing.
  • Kata-kata yang menggunakan kata depan harus digunakan secara idiomatik.
  • Bedakan kata khusus dan kata umum.
  • Perhatikan perubahan makna yang terjadi pada kata-kata yang sudah dikenal.
  • Perhatikan kelangsungan pilihan kata.

a.    Pengertian Kalimat Efektif

       Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

        Diksi yang tepat akan membantu membentuk kalimat yang efektif. Selanjutnya, kalimatlah terutama yang menjadikan sebuah karya ilmiah mudah ditangkap maknanya bagi pembaca. Kalimat itulah yang membawa pembaca berkenalan dengan isi bacaan. Sebuah kalimat yang telah memenuhi syarat gramatikal belum tentu efektif. Efektivitas kalimat menuntut lebih dari sekadar syarat gramatikal dan kelaziman pemakaian bahasa (Widiastuti 1995:1).

           Sebagai alat komunikasi, kalimat dikatakan efektif bila dapat mencapai sasarannya dengan baik. Ada dua pihak yang terlibat, yaitu yang menyampaikan dan yang menerima pesan, gagasan, atau informasi. Kalimat yang efektif dapat menyapaikan pesan, informasi, gagasan kepada si penerima sesuai dengan yang ada dalam benak si penyampai (Badudu 1991).

b.    Ciri-ciri kalimat efektif :

-    Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.

Contoh :
  • Lucksy (S) kuliah (P) di Gunadarma (KT).

Tidak Menjamakkan Subjek :

Contoh:
  • Lucksy pergi ke pasar, kemudian Lucksy pergi ke kampus. (tidak efektif)
  • Lucksy pergi ke pasar, kemudian ke kampus. (efektif)

-    Kesejajaran
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.

-    Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Untuk itu, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan, yaitu:
1. Menghilangkan pengulangan subjek.
2. Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata.
3. Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.
4. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

-    Kecermatan Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
  • Siswa SMA Favorit yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan tidak efektif).
  • Siswa yang sekolah di SMA Favorit yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).

-    Penekanan
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya :
  • Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
  • Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
  • Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
  • Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.

-    Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Referensi :
  • http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/batasan-kosa-kata-dan-diksi-2/
  • id.wikipedia.org/wiki/Diksi
  • http://capungtempur.blogspot.com/2010/10/diksi-pengertian-diksi-adalah-pilihan.html
  • http://adiel87.blogspot.com/2009/11/kalimat-efektif_16.html
  • http://readone82.blogdetik.com/2009/08/26/kalimat-efektif/
  • http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/pengertian-ciri-dan-penggunaan-kalimat-efektif/
  • http://wagiransuwito.com/2011/06/17/kalimat-efektif/

BAHASA DALAM HIDUP BERMASYARAKAT

Bahasa Indonesia Dalam Tatanan Hidup Bermasyarakat

       Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional negara kita. Hampir seluruh masyarakat di penjuru negeri kita ini pasti mengenal bahasa Indonesia dan juga menguasainya. Mungkin ada pengecualian bagi suku pedalaman tertentu. Dengan bahasa Indonesia kita dapat berkomunikasi dengan sesama penduduk Indonesia untuk mendukung aktivitas sosial dan lain-lain. Tapi, apakah hanya itu saja? Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas mengenai pentingnya bahasa Indonesia dalam tatanan kehidupan masyarakat.

       Bahasa Indonesia berperan sangat penting sebagai media komunikasi. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya interaksi sosial dalam ruang lingkup masyarakat Indonesia yang menggunakan bahasa keseharian mereka dengan menggunakan bahasa Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat bantu berkomunikasi yang sangat umum. Baik anak-anak maupun orang dewasa, semuanya menggunakan bahasa Indonesia.

       Dengan adanya berbagai lapisan masyarakat di negara Indonesia, bahasa Indonesia memiliki keragaman tipe bahasa yang disesuaikan dengan penggunaanya. Bisa dikelompokkan dalam bahasa Indonesia yang formal dan tidak formal. Umumnya penggunaan bahasa Indonesia yang formal digunakan pada lingkungan masyarakat yang berada dalam kondisi formal, seperti di lingkungan kerja, organisasi masyarakat ataupun kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang formal.

       Bahasa Indonesia yang formal umumnya lebih mengarah kepada kehalusan, kesopanan, dan penghormatan terhadap lawan bicara karena dianggap sebagai hal yang formal. Sehingga ketika seseorang berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang formal mereka terkesan seius dan tegas dalam menyampaikan maksud dan tujuan. Lawan bicara pun akan menanggapinya dengan hal yang sama sehingga tercipta suasana berkomunikasi yang tegas dan lugas.

       Sedangkan dalam penggunaan bahasa Indonesia yang tidak formal, sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai percakapan sering terdengar dari seseorang terhadap orang lain dalam suasana yang santai. Kondisi yang tidak formal membuat orang-orang tersebut tidak begitu memperhatikan gaya bahasa yang mereka ucapkan selama lawan bicara mereka memahami maksud pembicaraan mereka.

       Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan dalam bentuk lisan saja. Bahkan dalam bentuk tulisan pun bahasa Indonesia dapat diaplikasikan layaknya komunikasi lisan. Hanya saja dalam bentuk tulisan kita perlu melakukannya dengan media tidak langsung seperti surat ataupun pesan singkat. Bentuk komunikasi secara tulisan sangat beragam. Apalagi dengan berkembangnya media elektronik yang terus mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Semua menjadi serba lebih mudah dalam berkomunikasi.

       Dalam penulisan menggunakan bahasa Indonesia yang formal, umumnya ditujukan pada pemberitaan yang bersifat penting, akurat dan bisa dipercaya. Contohnya, surat kuasa, surat perjanjian, pemberitaan yang menyangkut instansi tertentu, dan sebagainya. Bentuk dari penulisan menggunakan bahasa formal sangat mencirikan bahasa asli negara kita yaitu bahasa Indonesia.

       Untuk penggunaan bahasa Indonesia yang tidak formal, penulisannya bersifat bebas. Dalam artian setiap orang dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan menggunakan istilah lain yang menurutnya memiliki arti serupa dengan kata baku dalam bahasa Indonesia. Setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam menggunakan bahasa tidak formal tersebut. Hal tersebut memungkinkan terciptanya berbagai macam kata-kata tidak baku yang berkembang dalam lingkungan masyarakat.

       Tatanan kehidupan sosial dalam ruang lingkup yang berbeda sangat berpengaruh terhadap pengunaan bahasa yang digunakan. Dengan adanya berbagai macam penggunaan bahasa Indonesia berdasarkan jenisnya dan juga penggunaannya, dapat disimpulkan bahwa masyarakat memiliki jenjang-jenjang sosial tersendiri dalam ruang lingkup mereka untuk memilah-milah dimanakah mereka harus menempatkan saat formal dan tidak formal dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Referensi :
-    wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia
-    threevia.wordpress.com

FUNGSI DAN PENGARUH BAHASA

Fungsi Bahasa dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Manusia

       Setiap hari manusia berinteraksi dengan manusia lainnya. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi yang dilakukan manusia tersebut merupakan sebuah komunikasi. Di dalam sebuah komunikasi tentunya terdapat bahasa yang menjadi penghubung. Dalam pembahasan kali ini, hal yang akan saya bahas adalah mengenai fungsi bahasa dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia. Sebelumnya mari kita pahami terlebih dahulu apa arti bahasa dan juga fungsinya.

       Bahasa bisa mengacu kepada kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks. Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi yang tidak jauh dari suang lingkup komunikasi.

Fungsi bahasa terdiri dari 5, yaitu sebagai :
1.    Alat Komunikasi
2.    Alat Ekspresi Diri
3.    Alat Kontrol Sosial dan Integrasi
4.    Alat Adaptasi
5.    Alat Berpikir

Berikut penjelasan dari masing-masing fungsi tersebut :
1.    Alat Komunikasi
       Seperti yang sudah saya jelaskan di awal, manusia berinteraksi dengan melakukan komunikasi. Dimana di dalam sebuah komunikasi tersebut terdapat peran bahasa dalam menyampaikan informasi. Dari bahasa yang digunakan baik itu bahasa tubuh ataupun secara lisan maupun tulisan, bahasa merupakan pondasi utama dalam membangun sebuah komunikasi antar manusia dalam berinteraksi sosial.

2.    Alat Ekspresi Diri
       Bahasa juga berfungsi sebagai ekspresi diri setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contohnya bisa dilihat dari kegiatan manusia yang tak lepas dari tingkah laku, ucapan, dan tentunya interaksi sosial dengan manusia lainnya.

3.    Alat Kontrol Sosial dan Integrasi
       Maksud dari kontrol sosial yaitu dimana seseorang menggunakan bahasa sebagai alat peredam marah. Bisa digambarkan dalam berbagai bentuk, misalnya : menulis apa yang ingin dikeluhkan tanpa perlu mengungkapkannya secara langsung. Dengan cara demikian, seseorang tersebut akan menjadi lebih tenang dan merasa nyaman.

4.    Alat Adaptasi
       Manusia melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitarnya untuk memperoleh kenyamanan hidup yang diinginkan. Untuk memperoleh kenyamanan tersebut diperlukan penyesuaian terhadap bahasa yang digunakan. Dengan keragaman bahasa yang ada di negara kita, sudah menjadi keharusan bagi setiap individu untuk berusaha memahami satu sama lain diantara perbedaan yang ada. Sehingga setiap orang dapat dengan mudah beradaptasi sesuai dengan lingkungan tempat ia tinggal.

5.    Alat Berpikir
       Aktifitas sosial setiap manusia merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya aktifitas tersebut tidak jauh dari penggunaan bahasa di dalamnya. Selain untuk  komunikasi, bahasa juga turut berperan sebagai alat berpikir setiap manusia. Hal itu terletak pada kemampuan manusia dalam menjalankan aktifitas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari demi hari esok atau masa depan. Aktifitas tersebut berupa pola pikir yang digunakan dalam belajar, bekerja, bermusyawarah dan sebagainya.

       Fungsi-fungsi bahasa dalam penjelasan diatas memberikan gambaran pada kita bahwa bahasa memang sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Selain perannya dalam kehidupan tersebut, ternyata bahasa mempunyai peranan penting lainnya. Salah satunya adalah dampak atau pengaruhnya terhadap perilaku manusia.

       Bahasa digunakan setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari untuk banyak hal. Mulai dari berkomunikasi hingga berpikir. Tentunya setiap aktifitas tersebut dapat mempengaruhi perilaku manusia pada umumnya. Perubahan perilaku mungkin saja terjadi pada setiap orang yang disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
1.    Keragaman Bahasa
       Dengan adaya keragaman bahasa, tidak mustahil setiap individu mempunyai keahlian lebih dari satu bahasa daerah yang dikuasainya. Hal tersebut dapat disebabkan karena beberapa faktor. Bisa saja karena individu tersebut bermutasi dari satu daerah ke daerah lain. Sehingga ia memiliki logat yang berbeda-beda dalam berkomunikasi.

2.    Adat Istiadat
       Setiap daerah memiliki suatu adat atau kebiasaan dalam menggunakan bahasa untuk berkomunikasi. Beberapa daerah memiliki bahasa halus dan kasar yang disesuaikan dengan tingkat penghormatannya terhadap seseorang. Misalnya, seorang anak yang ingin berbicara kepada orangtua maka harus menggunakan bahasa yang halus. Lain halnya dengan teman sebaya. Penggunaan bahasa yang demikian dapat mempengaruhi perilaku individu tersebut dalam  berinteraksi dengan orang-orang tertentu.

3.    Lingkungan Tempat Tinggal
       Tempat kedua yang sering kita gunakan untuk berkomunikasi selain keluarga adalah lingkungan tempat tinggal. Dimana kita biasa menghabiskan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain untuk tujuan tertentu. Bisa karena hobi, bisnis, tali silaturahmi dan lain-lain. Tentunya di dalam suatu lingkungan tempat tinggal terdiri dari berbagai macam karakter manusia.

       Dengan bahasa semua orang dipersatukan untuk saling berinteraksi. Namun tidak semua komunikasi dapat berjalan lancar. Dalam setiap hal tentunya setiap orang mempunyai pemikiran yang berbeda dalam menilai sesuatu. Bila kesulitan dalam menangkap maksud-maksud tersebut, bisa jadi akan menyebabkan perkara. Untuk itu diperlukan percakapan yang baik dengan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan lingkungan tempat tinggal tersebut.

       Beberapa penjelasan diatas memberikan kesimpulan bahwa penggunaan bahasa memang sangat berpengaruh terhadap perilaku manusia. Pengaruh tersebut bisa berdampak positif ataupun negatif tergantung dari individu yang bersangkutan. Karena pada dasarnya setiap individu dapat dinilai baik buruknya melalui ucapan serta perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi :
-    wikipedia.org/wiki/Bahasa
-    threevia.wordpress.com